
Ingatan Pertama tentang cinta seorang Ibu…
Ibu yang melahirkanku…
Dan Ibu yang menemani tumbuhku…
Aku tidak ingat saat aku lahir, aku tidak ingat kenapa aku lahir. Yang aku tahu, semua orang bahagia saat aku lahir. Karena, semua orang menceritakannya dengan semangat. Tapi, aku juga tahu. Saat aku lahir, tragedi besar terjadi kepada kedua orangtuaku. Mereka bercerai.
Aku tidak tau….
Yang aku ingat adalah, saat aku mengompol di celana saat bangun tidur dan datang menemui nenek karena lapar dan aku di marahi.
Yang aku ingat adalah, saat aku mengaji di P3SB setiap jam 2 Siang. Dan setiap jam 1 siang aku datang ke Pasar menghampiri Mamah di kiosnya. Dengan gembira aku jelajahi jajanan-jajanannya.
Yang aku ingat adalah, saat aku mulai masuk kelas 1 SD aku harus bangun pagi, lebih pagi dari sebelumnya. Ikut Sholat subuh dengan Mamah dan berangkat ke Pasar lalu jam 7 berangkat ke SD 3 di antar oleh paman.
Yang aku ingat adalah aku membawa nasi busuk ditasku.
Yang aku ingat adalah aku kehilangan buku setiap hari.
Yang aku ingat adalah aku di marahi bu Bedah karena buku milikku selalu hilang.
Yang aku ingat aku menangis…
Yang aku ingat adalah aku merindukan bapak….
Tiba-tiba kesadaranku sepenuhnya terjadi. Dan aku ingat, saat aku naik motor bersama Bapak dan pulang ke rumah baru, disuatu ujung Tanah merah dan disanalah aku tumbuh penuh cinta. Ada rasa sesak karena aku harus pergi meninggalkan Mamah. Tapi, aku juga senang tinggal bersama Bapak dan Eteh, istri baru bapak. Begitu banyak ketakutan dan kata-kata menakutkan dari berbagai sudut pandang keluarga. Katanya, Ibu tiri itu jahat. Katanya Ibu Tiri itu A, B, C, D, E, F dan seterusnya. tidak ada hentinya.
Namun, sentuhannya kepadaku tidak pernah jahat, tidak pernah melukaiku, tidak ada nada tinggi kepadaku, tidak ada. Semua yang mereka katakan padaku tidak pernah terjadi. Sakitku, sehatku, bandelku dia selalu menerimaku. Aku ia sayangi sepenuh hatinya. Aku ia urusi segala kebutuhannya. Tiada kurang sedikitpun.
Aku ingat saat aku membuatnya menangis
Aku ingat saat aku membuatnya khawatir
Aku ingat saat aku membuatnya kesal
Tapi Eteh, tidak pernah seperti yang orang-orang katakan.
Dan aku ingat. Mamah tidak termasuk dalam ingatan masa kecilku. Tapi, aku tau jika mamah adalah Ibu yang melahirkanku. Bentuk cintanya padaku adalah memberikan jajanan-jajanan enak dan terbaik di kiosnya jika aku libur sekolah. Membelikan aku baju dengan berbagai gaya dan warna di setiap kesempatan. Dan aku tau kenapa dia Ikhlas aku tinggal dengan Eteh.
….
Dia sedang bertahan hidup demi dirinya
Eteh adalah Ibu yang sangat baik
Bapak sangat sayang padaku
Itu yang ku tau dan akan selalu ku ingat.

Eteh dan Aku