Ingatan Pertama

Ingatan pertama saat aku merasakan cinta seorang ibu…

Ibuku… Ibu yang melahirkanku…

Ibuku… Ibuku yang membersamai tumbuhku…

Aku tidak ingat saat aku lahir, aku juga tidak ingat kenapa aku lahir. Yang aku tahu, semua orang bahagia saat aku lahir. Karena, semua orang menceritakannya dengan semangat, mata berbinar dan mereka tampak bersuka cita. Tapi, aku juga tahu. Saat aku lahir, tragedi besar terjadi kepada kedua orangtuaku. Mereka bercerai. Berpisah dan menyisakan sunyi di hatiku… di hati kakakku.

Aku tidak tau….

Yang aku ingat adalah, saat aku mengompol di celana saat bangun tidur dan datang menemui nenek karena lapar dan aku di marahi. Pagi itu rasanya badanku berat. Celana basah yang ku tutupi dengan celana lain, membawaku bangun dan meminta pertolongan kepada nenekku, lebih tepatnya adik nenekku, Mak Dede. Mak Dede sedang masak pagi itu , beliau melihatku. dengan rambut pola helm proyek aku menggisik mataku dan berkata “mak…” tanpa bisa kulanjutkan kalimatku emak mengerutkan keningnya “Ngompolnya!” ia bergegas mematikan api…. memandikanku cucunya yang lucu ini. Selepas mandi diberikannya aku makanan hangat yang ia masak pagi itu. Bersama Bibiku, yang usianya lebih muda dariku. Bi Tati. kami sarapan enak sekali hari itu. di dalam amarahnya ternyata ada kasih sayang yang begitu luas. dan amarah yang emak ungkapkan kepadaku tidak sekeras itu, sangat lembut tapi cukup membuatku sedikit takut. eheheh.

Yang aku ingat adalah, saat aku mengaji di P3SB setiap jam 2 Siang. Dan setiap jam 1 siang aku datang ke Pasar menghampiri Mamah di kiosnya. Dengan gembira aku jelajahi jajanan-jajanannya. setiap susu kemasan berbagai rasa aku rasakan. Setiap jajanan baru aku pasti yang lebih dulu diberikan, dan yang paling seru saat ke pasar adalah…. aku menyapa setiap jajanan, tidak ku makan, hanya di sentuh saja. serasa aku adalah rajanya dan mereka adalah anak buahku. Aku juga senang jajan susu Sapi Murni yang di jual dipasar. pedagangnya selalu menajajakan susu itu memakai ember bersih. Wangi susunya sangat gurih dan benar-benar murni. Aku bisa menghabiskan satu kantong plastik sendiri. Selain itu, Mama juga selalu memberi aku Susu Dancow, Milo dan jajanan enak lainnya. Sebenarnya, tanpa aku sadari hidupku sangat mewah, yah karena mamah punya jongko di pasar hehehehehe…

Yang aku ingat adalah, saat aku mulai masuk kelas 1 SD aku harus bangun pagi, lebih pagi dari sebelumnya. Ikut Sholat subuh dengan Mamah dan berangkat ke Pasar lalu jam 7 berangkat ke SD 3 di antar oleh paman. Pamanku, Mang Uci. Aku ingat setiap hari aku semangat berangkat sekolah. Tapi, di sekolah ingatanku kabur sekali… aku hanya ingat momen momen ini…

Yang aku ingat adalah aku membawa nasi busuk ditasku. Karena aku lupa kalau aku dibekali nasi oleh mama….

Yang aku ingat adalah aku kehilangan buku setiap hari. dan aku di marahi

Yang aku ingat adalah aku di marahi bu Bedah karena buku milikku selalu hilang.

Yang aku ingat aku menangis…

Yang aku ingat adalah aku merindukan bapak….

Tiba-tiba kesadaranku sepenuhnya terjadi. Aku ingat baunya dan aku ingat, saat aku naik motor bersama Bapak, pulang ke rumah baru, disuatu ujung Tanah merah. Rumah hijau khas di kelilingi rumput ilalang yang tinggi dan disanalah aku tumbuh penuh cinta. Aku disambut, aku dicintai, aku diterima. Ada rasa sesak karena aku harus pergi meninggalkan Mamah. Tapi, aku juga senang tinggal bersama Bapak dan Eteh, istri baru bapak. Kalian tau ? Begitu banyak ketakutan dan kata-kata menakutkan dari berbagai sudut pandang keluarga. Katanya, Ibu tiri itu jahat. Katanya Ibu Tiri itu A, B, C, D, E, F dan seterusnya. tidak ada hentinya.

Namun, sentuhannya kepadaku tidak pernah jahat, tidak pernah melukaiku, tidak ada nada tinggi kepadaku, tidak ada. Semua yang mereka katakan padaku tidak pernah terjadi. Sakitku, sehatku, bandelku dia selalu menerimaku. Aku ia sayangi sepenuh hatinya. Aku ia urusi segala kebutuhannya. Tiada kurang sedikitpun.

Aku ingat saat aku membuatnya menangis. Mungkin saat itu adikku lahir jadi perhatiannya kepadaku berkurang, aku jadi marah dan aku menyakiti hati Eteh, sampai eteh menangis….

Aku ingat saat aku membuatnya khawatir. Saat aku berpamitan dan tak kunjung pulang. Padahal aku tertidur di kamar….

Aku ingat saat aku membuatnya kesal, karena menutup pintu dengan berisik padahal pelan-pelan… yang salah pintunya by the way hehe..

Tapi Eteh, tidak pernah seperti yang orang-orang katakan.

Dan aku ingat. Mamah tidak termasuk dalam ingatan masa kecilku. Tapi, aku tau jika mamah adalah Ibu yang melahirkanku. Bentuk cintanya padaku adalah memberikan jajanan-jajanan enak dan terbaik di kiosnya jika aku libur sekolah. Membelikan aku baju dengan berbagai gaya dan warna di setiap kesempatan. Dan aku tau kenapa dia Ikhlas aku tinggal dengan Eteh. Karena Eteh begitu baik kepadaku. Bahkan hingga sampai saat ini. Dan aku sekarang paham, kenapa Mamah sendirian disana….

….

Dia sedang bertahan hidup demi dirinya….
Tiada tempat bergantung untuknya, karena Bapaknya tiada saat aku lahir T_T
Akhirnya mama berjuang demia kehidupannya, dan kalian harus tau…..

Eteh adalah Ibu yang sangat baik, amat baiikkkkkk!!!!!

Bapak sangat sayang padaku!!!!

Itu yang ku tau dan akan selalu ku ingat.

Eteh dan Aku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *