Beneran Jadi Guru ?

好きな人の、一番好きな花 – Sukinahito no Ichibansukinahana
Masahiro Tokuda「My Beloved Flower」Original Soundtrack • 2023

Dunia ini milikku. Aku adalah pemeran utama dalam kisah ini. Tidak perlu pusing, baca saja ceritaku!

Ketika memutuskan kuliah Bahasa Inggris di IKIP Siliwangi pada Tahun 2014. Aku masih belum tahu apakah benar aku ingin menjadi guru. Yang jelas saat itu, Mamah, A Cecep, dan Teh Rena memintaku untuk segera memutuskan aku mau kuliah apa. dan tanpa pikir panjang dengan segala tekanan dari orang-orang selain keluarga yang berkata “teruskanlah perjuangan Bapak” yang saat itu aku menerjemahkannya seperti ini “Jadilah guru ~” huuuuuuu dengan nada horor di film hantu “huuuuuuu~”

Aku menjalani semuanya. Aku penasaran dengan berbagai tingkat sekolah. Tingkat mana yang baiknya aku kuasai. dari mulai RA, PAUD, TK, SMP, MTs, SMK semua sudah ku coba termasuk PKBM hehe hehehehehe

Dan mana yang paling membuatku nyaman?

Tidak ada saudara-saudara! Haha

Kenapa ?

Karena Jiwa masih menolak, menolak dengan teguh bahwa aku TIDAK PANTAS MENJADI GURU. ada begitu banyak pertimbangan kenapa aku berfikir seperti itu.

  1. komunikasiku jelek sekali
  2. Pemikiranku Dangkal
  3. Aku tidak bisa fokus pada satu hal di waktu yang lama, bahkan terkadang di waktu singkatpun aku tidak bisa fokus
  4. Jiwa Introvertku luar biasa besar. lelah jika harus bertemu banyak orang dan yup! memang lelah sekali
  5. Aku tidak mau aku seperti Bapak. Ini adalah Rahasia, tapi aku harus mengungkapkannya. Bapak adalah Guru yang baik, Karirnya bagus. Tapi, dia lupa padaku. “Aku anak yang paling dia sayangi” Itu yang selalu mereka bilang. Tapi, aku terbengkalai. Tangki cintaku kurang. Dan aku takut, jika aku berkeluarga dan punya anak. Tangki Cinta anakku juga kurang dariku. Huft! Padahal aku berbeda dengan bapak kan ?
  6. Saat aku kuliah, aku bertemu dengan teman SMP ku, kami cerita-cerita tentang masa depan dan harapan. Tapi, tiba-tiba dia berkata “Yah, jadi guru mah gitu. Ke sekolah cuma mau main api doang. Selingkuh dari pasangannya masing-masing”. Duarrrr!!!! Jelegurr!!!! BOM Hiroshima di jatuhkan di kepalaku. Merembet ke hati, usus, pankreas, paru-paru. “Glek” aku menelan ludahku. Ketakutan merambat dan mencengkram hatiku. Sejak saat itu, Penolakan menjadi guru semakin kuat.

Tapi, Aku masih saja beranang di kolam itu.

Hingga, pada tahun 2022 aku memutuskan untuk mengakhiri karirku di bidang pendidikan. Aku beralih profesi menjadi asisten Admin di CV. Putra Kiano. Milik anak/muridnya bapak yang sudah seperti keluarga bagiku, seperti kakak yang selalu melindungiku.

Dan kalian tau apa yang terjadi, karena rasa frustasi tidak ingin menjadi guru. Aku memutuskan untuk menghilangkan jejak-jejak keguruanku. Seragam-seragam khaki khas dinas, batik, hijab semuanya aku berikan ke orang-orang yang baru terjun ke dunia keguruan. kemudian dia bertanya “Teteh kenapa di kasihin?” ku jawab dengan lantang dan percaya diri “Tidak akan lanjut jadi Guru” begitu ku bilang. Setelah itu, aku percaya aku bisa bekerja di rumah dengan penghasilan yang cukup memuaskan. Memang 🙂

Dan tentu saja, jika manusia merasa puas dengan terus berada di atas angin, maka harusnya aku juga bersiap saat anginnya berhenti. Setelah satu Tahun bekerja menjadi Admin/Asisten admin Allah SWT. memutuskan untuk aku harus berhenti. Semuanya Takdir, tapi tidak pernah aku membayangkan akan berhenti total. hehe dasar bodoh, kepala batu.

Jangan tanya kenapa aku berhenti, tanya saja bagaimana perasaanku. Tentu saja, hancurlah sudah harapanku menjadi manusia WFH. Menangis, tentu saja aku menangis penuh luka. Tapi, Bebep berkata “Tenang, ada Allah. Tenang ada aa…”. Aseeekkkk haha 😀

Selang beberapa Tahun. Aku mulai bisa menginjak bumi lagi dengan kaki yang utuh. Tentu aku sudah berenang lagi di kolam yang sama yang kini airnya terasa lebih Jernih. Menjadi Guru memang mungkin jalanku. Jalanku menuju Surga-Nya Allah.

  1. Meski sampai saat ini komunikasiku masih jelek. Tapi, aku berusaha menjadi komunikator yang baik. Dan ternyata aku paling jago di bagian mendengarkan. Jika ngobrol denganku, maaf ya kalau aku suka memotong obrolan dan menyelesaikan kalimat yang kalian mau ucapkan. Aku sedang berusaha agar lebih sabar lagi menunggu kalimat kalian berakhir dan sukses menjadi pendengar dan pencerita yang cukup baik.
  2. Pemikiranku masih dangkal, aku masih belum bisa menyelam lebih dalam. Karena masih ada ketakutan dalam diriku jika aku tau semuanya, hidupku tidak akan sama lagi.
  3. Aku masih selalu asyik dengan duniaku sendiri bahkan terkadang aku merasa beberapa orang tidak memahamiku. Tidak apa-apa. Perbedaan adalah hal yang manusiawi.
  4. Kini aku memahami diriku, Jiwa Introvert yang selalu aku aungkan ke dunia adalah hal yang lumrah dan bukan hanya aku yang mengalaminya. Aku tidak sendirian saat aku lelah, aku punya teman-teman, aku punya saudara dan aku punya diriku…
  5. Ketakutan diriku menjadi guru karena kurangnya Tangki Cintaku dari Bapak itu masih ada. Tapi, aku mau berusaha untuk berdamai dengan rasa takut itu. Tidak perlu cepat, aku hanya perlu berproses dan menguatkan diriku.
  6. Bom Hirosima yang temanku lemparkan padaku. Masih aku ingat, bahkan hingga saat ini mengakar di hatiku. Dan itu akan ku jadikan pondasi untuk jadi manusia yang berakal dan bermoral. Aku bukan manusia suci, aku bukan manusia yang sempurna. Aku pernah bersalah, aku pernah menyakiti. Tapi, aku ingin hidup lebih baik.

RISE AND SHINE Tokoh Utamakuuuuu !!!!!

CHAYOOOO!!!!!